Rabu, 27 November 2013

ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL BELENGGU KARYA ARMINJ PANE



ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL BELENGGU ‘KARYA ARMINJ PANE”

Menurut Nurgiyantoro (1994:126) unsur  unsur struktural karya satra adalah sebagai berikut:
a.       Tema
Tema adalah ide, gagasan, pandangan hidup pengarang yang melatarbelakangi penciptaan karya sastra (Sudjiman, 1994:54).
Tema yang terdapat dalam novel “Belenggu Karya Arminj Pane” Kritik Sosial Dan Politik tentang problematika Cinta segita.
b.      Alur
Staton (1965:14) mengemukakan alur adalah cerita yang berisi kejadian, tetapi kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab – akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa lain. Alur adalah tulang punggung dari sebuah cerita karena alur merupakan jalannya cerita.
Alur dalam Novel Belenggu termasuk alur maju.
c.       Penokohan
Sebagain tokoh – tokoh karya fiksi adalah tokoh – tokoh rekaan yang dimaksud tokoh cerita adalah individu rekaan yang mengalami cerita kendati berupa rekan atau hasil imajinasi pengarang, masalah penokohan tidak bisa dipisahkan dari suatu karya sastra dan merupakan suatu bagian yang penting dalam membangun sebuah cerita (Nurgiyantoro,1994:66).
Tokoh – tokoh yang terdapat dalam novel Belenggu meliputi: Dokter Sukartono (Tono), Sumartini (Tini), dan Siti Rohayah (Yah)
d.      Latar/Setting
Latar dimaksudkan untuk mengidentifikasi situasi yang tergambar dalam cerita. Keberadaan elemen latar pada hakikatnya tidaklah hanya sekedar menyatakan di mana, kapan, dan bagaimana situasi peristiwa berlangsung, melainkan keterkaitan dengan gambaran tradisi, karakter, perilaku sosial dan pandangan masyarakat pada waktu cerita ditulis (Sudjiman.1994:46).
Latar tempat dalam novel belenggu: Rumah sukartono, Rumah sakit
Latar waktu meliputi: Siang hari, malam hari
e. Amanat
 Novel Belenggu menyimpan banyak makna yang mendalam di setiap konflik yang dimuculkan. Kritik sosial yang tajam dalam kisah ini bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi para generasi muda dalam menjalani kehidupan yang terhegemoni oleh sebuah sistem yang menindas. Dan semua itu berlaku terhadap semua orang, baik itu tua-muda, kaya-miskin, dan juga pria-wanita.

0 komentar:

Posting Komentar