Selasa, 21 Mei 2013

Tidur setelah sholat subuh?? buang saja rejekimu??


Waktu Pagi Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya
­.

Juga, Nabi (Shalallahu 'Alaihi Wassalam) memohon kepada Allah untuk memberkati umat-Nya di pagi hari, seperti yang dilaporkan dalam hadits Sakhr al-Ghaamidi, yang berkata:

"Rasulullah Shallallahu' 'Alaihi Wassalam berkata: "Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.' Setiap kali ia mengirim pasukan atau tentara, ia akan mengirimkan mereka di awal hari. '

" Sakhr adalah seorang pedagang, dan ia biasanya mengirimkan kafilah-Nya di awal hari, dan ia lakukan dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang lumayan. "(HR Abu Dawud, al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dengan sanad yang di dalamnya ada beberapa jahaalah (yaitu, satu narator tidak diketahui); menguatkan bukti harus ditemukan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh 'Ali, Ibnu' Umar, Ibnu 'Abbas, Ibnu Mas'ud dan lain-lain, mungkin Allah senang dengan mereka semua.)

Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini.

Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasa­n.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit.

Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah).

Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang shalih.

Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari.

Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu TERBUKANYA pintu rizki dan datangnya berkah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

MENGHAMBAT DATANGNYA RIZKI ...!

Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah

[1] tidur di waktu pagi,

[2] sedikit sholat,

[3] malas-malasan dan NONTON GOSIP DI TV

[4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378

Berhati-hatilah­ dari terpaan rasa kantuk bila kita tidak terbiasa bangun lebih pagi pada hari-hari yang lain.

Berusahalah untuk tidak tidur dalam ruas waktu setelah subuh hingga terbit matahari.

Para salafushalih (As-Salafushali­h adalah ahli ilmu yang bermanfa’at) sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Madarijus Salihin menyebutkan, “Di antara tidur yang tidak disukai menurut mereka ialah tidur antara shalat subuh dan terbit matahari, karena ia merupakan waktu untuk
memperoleh hasil.

Bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehingga seandainya mereka melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya.”

Jika kita sangat dibebani kantuk, bertahanlah dan bersabarlah, karena biasanya kebiasaan itu akan terbentuk setelah tiga hari kita melakukan suatu ritme yang berbeda.

Selanjutnya, insya Allah kita tidak akan merasakan kantukn sedahsyat sebelumnya.

Duduk berdzikir setelah subuh hingga matahari terbit adalah sunnah.

Dari Abu Umamah RA dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat, maka ia akan memperoleh pahala haji dan umrah.”

Waktu ba’da subuh hingga matahari terbit adalah waktu yang penuh barakah yang seharusnya benar-benar dipelihara oleh setiap mukmin.

Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Qur’an satu juz dalam satu hari, berdzikir, atau menghafal. “Inilah yang dilakukan Rasulullah SAW selesai menunaikan shalat Subuh, bahwa ia selalu duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari.” (HR. Muslim)

Bahwa kalaulah hari ini ustadz Hasan Albanna masih bersama kita maka beliau akan menambahkan 1 wasiat lagi kedalam 10 wasiatnya : "HINDARKANLAH OLEH KALIAN TIDUR SESUDAH SHOLAT SUBUH...!!!"

0 komentar:

Posting Komentar