Dalam ilmu fisika, untuk mendorong sebuah benda dari keadaan diam menjadi bergerak di butuhkan ENERGI minimal yang relatif LEBIH BESAR di banding energi dorong yang di berikan ketika benda sudah mulai bergerak.
Artinya energi yang di keluarkan untuk mendorong benda yang sudah bergerak relatif LEBIH KECIL di bandingkan energi dorong yang kita keluarkan ketika benda masih diam.
Jika kita refleksikan dalam kehidupan, benda yang akan kita dorong tersebut ibarat pekerjaan-pekerjaan yang wajib kita selesaikan.
Kadang kita tertipu dengan menganggap pekerjaan kita sulit sehingga kita tidak berani memulai dan memilih menunda untuk mengerjakan.
Padahal ketika kita berani memulai, sebenarnya kita sudah melewati bagian tersulit dari pekerjaan tersebut. Selanjutnya yakinlah akan banyak kemudahan selama kita tekun dan bersabar dalam mengerjakan pekerjaan kita tadi.
Kamis, 07 Februari 2013
KISAH UANG 1000 DAN 100.000
Uang kertas Rp. 1000 dan Rp. 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama di cetak serta di edarkan oleh Bank Indonesia. Secara kasat mata mereka memang tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Secara bersamaan mereka di buat, keluar, dan beredar di tengah-tengah masyarakat melalui Bank Indonesia.
Beberapa bulan kemudian, secara tidak sengaja mereka bertemu di salah satu dompet seorang anak muda. Kemudian, terjadilah percakapan di antara mereka.
Rp. 100.000 bertanya kepada Rp. 1000, ''kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor, dan bau?''
Lalu di jawab oleh Rp. 1000, ''karena setelah aku keluar dari Bank, aku langsung berada di tangan orang-orang bawah. Dari tukang becak, tukang ojek, tukang parkir, penjual sayur, penjual ikan, bahkan sampai di tangan pengemis.''
Lalu uang Rp. 1000 bertanya kembali kepada Rp. 100.000, ''kenapa kamu masih tampak kelihatan seperti masih baru, rapi, dan bersih?''
Di jawab oleh uang Rp. 100.000, ''karena begitu aku keluar dari Bank, aku langsung di sambut wanita-wanita cantik, dan aku beredar di mall, restoran mahal, atau hotel berbintang. Keberadaanku sangat di jaga dan terkadang jarang keluar dari dompet.''
Lalu uang Rp. 1000 bertanya lagi, ''pernahkah kamu mampir di tempat ibadah?''
''Belum pernah'', jawab Rp. 100.000.
Lalu Rp. 1000 pun berkata, ''ketahuilah, meskipun keadaanku sekarang seperti ini, namun setiap hari aku selalu mampir di masjid-masjid, berada di tangan-tangan anak yatim. Bahkan, aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku tidaklah di pandang sebagai nilai oleh para manusia, namun aku di pandang sebagai manfaat.''
Akhirnya, menangislah Rp. 100.000, karena ia tersadar telah merasa besar, hebat, tinggi, bernilai, tapi tidaklah begitu bermanfaat selama ini. (sendy aldiana)
♪ Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat sesama ♪
Beberapa bulan kemudian, secara tidak sengaja mereka bertemu di salah satu dompet seorang anak muda. Kemudian, terjadilah percakapan di antara mereka.
Rp. 100.000 bertanya kepada Rp. 1000, ''kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor, dan bau?''
Lalu di jawab oleh Rp. 1000, ''karena setelah aku keluar dari Bank, aku langsung berada di tangan orang-orang bawah. Dari tukang becak, tukang ojek, tukang parkir, penjual sayur, penjual ikan, bahkan sampai di tangan pengemis.''
Lalu uang Rp. 1000 bertanya kembali kepada Rp. 100.000, ''kenapa kamu masih tampak kelihatan seperti masih baru, rapi, dan bersih?''
Di jawab oleh uang Rp. 100.000, ''karena begitu aku keluar dari Bank, aku langsung di sambut wanita-wanita cantik, dan aku beredar di mall, restoran mahal, atau hotel berbintang. Keberadaanku sangat di jaga dan terkadang jarang keluar dari dompet.''
Lalu uang Rp. 1000 bertanya lagi, ''pernahkah kamu mampir di tempat ibadah?''
''Belum pernah'', jawab Rp. 100.000.
Lalu Rp. 1000 pun berkata, ''ketahuilah, meskipun keadaanku sekarang seperti ini, namun setiap hari aku selalu mampir di masjid-masjid, berada di tangan-tangan anak yatim. Bahkan, aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku tidaklah di pandang sebagai nilai oleh para manusia, namun aku di pandang sebagai manfaat.''
Akhirnya, menangislah Rp. 100.000, karena ia tersadar telah merasa besar, hebat, tinggi, bernilai, tapi tidaklah begitu bermanfaat selama ini. (sendy aldiana)
♪ Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat sesama ♪
5 Pesan tentang KEKAYAAN
1. Tadinya kupikir kaya itu kalau kita bisa hidup PASIF. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita selalu bekerja keras dan berperilaku AKTIF.
2. Tadinya kupikir kaya itu kalau bisa mem-BELI sesuatu. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita bisa JUALAN sesuatu.
3. Tadinya kupikir kaya itu kalau bisa hidup MEWAH. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita bisa HIDUP MURAH dan SEDERHANA.
4. Tadinya kupikir kaya itu kalau bisa mem-BELANJA-kan lebih banyak uang. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita bisa me-NABUNG lebih banyak uang.
5. Tadinya kupikir kaya itu jika kita terbiasa PELIT dan menimbun harta. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita terbiasa ber-SEDEKAH.
2. Tadinya kupikir kaya itu kalau bisa mem-BELI sesuatu. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita bisa JUALAN sesuatu.
3. Tadinya kupikir kaya itu kalau bisa hidup MEWAH. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita bisa HIDUP MURAH dan SEDERHANA.
4. Tadinya kupikir kaya itu kalau bisa mem-BELANJA-kan lebih banyak uang. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita bisa me-NABUNG lebih banyak uang.
5. Tadinya kupikir kaya itu jika kita terbiasa PELIT dan menimbun harta. Ternyata yang menjadikan kaya itu jika kita terbiasa ber-SEDEKAH.
KAYA DAN MISKIN
Suatu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam suatu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana kehidupan orang-orang miskin. Mereka lalu singgah di sebuah desa dan menginap beberapa hari di sebuah rumah milik petani yang di anggap si ayah merupakan keluarga yang amat miskin.
Setelah beberapa hari menginap di rumah petani tersebut, merekapun melanjutkan perjalanan untuk pulang. Setelah kembali dari perjalanan, si ayah bertanya kepada anaknya:
''Bagaimana perjalanannya, nak?''
''Perjalanan yang hebat, yah,'' jawab si anak.
''Sudahkan kamu melihat betapa miskinnya orang-orang tersebut?'', si ayah bertanya.
''O, tentu saja,'' jawab si anak.
''Sekarang ceritakan apa yang kamu pelajari dari perjalanan kita tersebut,'' kata si ayah.
Si anak menjawab:
Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.
Kita memiliki lampu-lampu taman yang indah, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.
Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, tapi teras mereka adalah alam yang luas.
Kita punya tanah sempit untuk tempat tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.
Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.
Kita harus beli makanan untuk makan, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.
Kita punya tembok di sekeliling rumah untuk melindungi kita, tapi mereka punya teman untuk melindungi mereka.
Ayah si anak hanya bisa diam.
Lalu si anak menambahkan: ''Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa miskinnya kita.''
Hikmah yang bisa di ambil dari kisah tersebut adalah:
◆ Kaya dan miskin tidak di tentukan dengan seberapa banyak harta yang di miliki, melainkan sejauh mana kita bisa bersyukur terhadap nikmat yang telah di berikan Tuhan kepada kita.
◆ Orang miskin yang hidup dengan penuh rasa syukur hidupnya jauh lebih bahagia di bandingkan orang kaya yang hidup dengan penuh keserakahan.
SEMOGA BERMANFAAT!
DIALOG KEHIDUPAN DAN KEMATIAN
Kehidupan bertanya kepada kematian:
"Mengapa orang-orang mencintai ku, tapi mereka membencimu?"
Kematian menjawab:
"Karena kau adalah sebuah kebohongan yang indah
dan aku adalah sebuah kebenaran yang menyakitkan."
Semoga Allah senantiasa menuntun kita kejalan yang lurus... Aamiin...
"Mengapa orang-orang mencintai ku, tapi mereka membencimu?"
Kematian menjawab:
"Karena kau adalah sebuah kebohongan yang indah
dan aku adalah sebuah kebenaran yang menyakitkan."
Semoga Allah senantiasa menuntun kita kejalan yang lurus... Aamiin...
Langganan:
Postingan (Atom)





